Pertanian Masa Depan

by 08.09 0 komentar
          i.       Latar belakang
Indonesia saat ini menghadapi sejumlah masalah pembangunan ekonomi yang kompleks. Sejumlah masalah yang dimaksud mencakup pendapatan rakyat rendah, tingkat kemiskinan relatif tinggi, pengangguran tinggi, ketimpangan ekonomi, pem-bangunan ekonomi daerah yang berjalan lambat, utang luar negeri relatif tinggi, kelangkaan energi, ketahanan pangan keropos, dan kemerosotan mu-tu lingkungan hidup. Masalah pembangunan eko-nomi tersebut memerlukan pemecahan sesegera mungkin. Dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang juga menghadapi kesulitan pembiayaan pemba-ngunan, untuk memecahkan masalah tersebut, kita perlu melakukan penajaman (focusing) strategi pembangunan ekonomi ke depan.

Read more...

      II.    Isi
A.   Pertanian saat ini

 Di era reformasi, dewasa ini tentunya sistem pola pembangunan pertanian di Indonesia semakin berkembang dibanding era orde baru. Para petani melanjutakan pembangunan era orde baru yang menggunakan pembasmi hama, teknik pembibitan yang lebih ditingkatkan sehinnga padi dapat menghasilkan panen yang lebih banyak dan lebih meningkat pada kualitas hasil produksi.

    Selain itu pola memanen yang dulunya dilakukan secara sendiri kini sudah menggunakan mesin untuk mempercepat proses memanen dan lahan dapat segera ditanami kembali. Dan semakin berkembangnya teknologi pertanian di Indonesia, lahan-lahan yang sulit digunakan untuk ditanami pun mulai dibuka menjadi areal tanam bagi tanaman yang memberikan penghasilan bagi devisa negara, seperti halnya penanaman di lahan yang tergenang maupun lahan yang tidak rata ataupun berbukit.

    Namun pada dasarnya penggunaan pembasmi hama dan pembibitan untuk mencari bibit unggul serta lahan yang tidak biasa dibuka untuk lahan pertanian biasanya akan menimbulkan permasalahan yang akan menyulitkan bagi pertumbuhan tanaman tersebut.

B.     Pertanian masa depan

Pertanian masa depan adalah pertanian berkelanjutan, berlanjut untuk saat ini, saat yang akan datang, dan selamanya. Artinya pertanian tetap ada, bermanfaat dan tidak menimbulkan masalah bagi semuanya. Pertanian ini meliputi komponen fisik, biologis, dan social ekonomi yang direpresentasikan dengan sistem pertanian yang melaksanakan:

1.    Pengurangan input bahan-bahan kimia di bandingkan pada sistem pertanian tradisional

2.    Pengendalian erosi tanah dengan baik

3.    Pengendalian gulma
4.    Memiliki efisiensi kegiatan pertanian (on farm) dan bahan-bahan input maksimum
5.    Pemeliharaan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi tanaman
6.    Penggunaan dasar-dasar biologi pada pelaksanaan pertanian
7.    Dapat berlanjut secara ekonomis
8.    Manusiawi
    
    Pertanian masa depan yang mempertahankan keberlangsungannya, keberlanjutannya dapat dilakukan dengan mengadakan pertanian organik, dan atau pertanian agroforestry. Pertanian organik yaitu pertanian yang ramah lingkungan, dengan hasil yang bersifat ramah lingkungan dan sehat serta bernilai gizi tinggi. Menghormati seluruh kehidupan adalah prinsip yang menakjubkan dari pertanian organik. Pertanian agroforetry adalah pertanian berdasarkan fungsi hutan, yaitu menyerap dan menyimpan air ketika musim hujan dan mengeluarkan cadangan air dalam tanah tersebut melalui mata air. Didalamnya dikembangkan kombinasi produksi tanaman budidaya, tanaman hutan, dan hewan-hewan pada lahan yang sama.
    Tuntutan konsumen pun semakin menjadi tolok ukur keberhasilan pertanian. Karena perubahan tuntutan konsumen yang terus menerus ini akan mengakibatkan menjamurnya pasar-pasar modern seperti hypermart, supermarket, dan lainnya yang berkemang pesat dan mempengaruhi keseimbangan dimana kekuatan produsen/petani bergeser menjadi perusahaan multinasional.
Maka untuk mempertahankan eksistensi petani dan pertanian dilakukan cara:
1.    Pengembangan SDM
2.    Penyempurnaan kelembagaan petani
3.    Peningkatan produktifitas dan efisiensi
4.    Peningkatan nilai tambah produksi
5.    Usaha kemandirian pangan
6.    Pengelolaan lingkungan hidup yang produktif
7.    Penyempurnaan sistem pemasaran produk pertanian
8.    Kebijakan makro yang mendukung pertanian
Dalam usahanya untuk menuju pertanian masa depan, menjaga agar pertanian tetap berlangsung hingga anak cucu kita nanti, maka haruslah teliti, memperhatikan setiap kegiatan pertanian. Untuk menyambut pertanian masa depan, pola pertanian yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:
1.    Pertanian konvensional: mengandalkan input luar (pupuk, pestisida).
2.    Pertanian konservasi: tuntutan terhadap pangan bebas pestisida & kimia.
3.    Pertanian teknologi tinggi : produk mutu tinggi, dan kandungan zat dapat diatur sesuai kebutuhan.
C.     Tujuan
ü  Meningkatkan kesejahteraan petani terutama kelompok masyarakat yang mata pencahariannya berkaitan langsung dengan sumberdaya pertanian.
ü  Memanfaatkan kekosongan kegiatan pada waktu luang dan menguatkancashflow usaha tani dengan melakukan diversivikasi horisontal pada usaha tani.
ü  Menerapkan LEISA (Low External Inputs for Sustainable Agriculture) dan bio-cycle sehingga tercapai efisiensi biaya usaha tani yang akan menurunkan harga pokok produksi.
ü  Menerapkan prinsip 6-R (Rethinking-Reducing-Recovering-Reusing-Recycling-Responding).
ü  Meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif produk pertanian baik produk primer maupun olahan, sehingga memiliki daya saing yang kuat.
ü   Menjaga dan meningkatkan kualitas sumberdaya petani.



III.        Kesimpulan
ü  LEISA adalah cara menuju pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada.
ü  Sistem pertanian berkelanjutan digunakan agar produksi para petani tidak merosot dan bisa memenuhi kebutuhan pasar.
ü  Pertanian merupakan sektor penting terhadap ekonomi nasional.

IV.        Sumber


Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar