i.
Latar
belakang
Indonesia saat
ini menghadapi sejumlah masalah pembangunan ekonomi yang kompleks. Sejumlah
masalah yang dimaksud mencakup pendapatan rakyat rendah, tingkat kemiskinan
relatif tinggi, pengangguran tinggi, ketimpangan ekonomi, pem-bangunan ekonomi
daerah yang berjalan lambat, utang luar negeri relatif tinggi, kelangkaan
energi, ketahanan pangan keropos, dan kemerosotan mu-tu lingkungan hidup.
Masalah pembangunan eko-nomi tersebut memerlukan pemecahan sesegera mungkin.
Dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang juga menghadapi kesulitan
pembiayaan pemba-ngunan, untuk memecahkan masalah tersebut, kita perlu
melakukan penajaman (focusing) strategi
pembangunan ekonomi ke depan.
Read more...
Read more...
II. Isi
A.
Pertanian
saat ini
Di
era reformasi, dewasa ini tentunya sistem pola pembangunan pertanian di
Indonesia semakin berkembang dibanding era orde baru. Para petani melanjutakan
pembangunan era orde baru yang menggunakan pembasmi hama, teknik pembibitan
yang lebih ditingkatkan sehinnga padi dapat menghasilkan panen yang lebih
banyak dan lebih meningkat pada kualitas hasil produksi.
Selain itu pola memanen yang
dulunya dilakukan secara sendiri kini sudah menggunakan mesin untuk mempercepat
proses memanen dan lahan dapat segera ditanami kembali. Dan semakin
berkembangnya teknologi pertanian di Indonesia, lahan-lahan yang sulit
digunakan untuk ditanami pun mulai dibuka menjadi areal tanam bagi tanaman yang
memberikan penghasilan bagi devisa negara, seperti halnya penanaman di lahan
yang tergenang maupun lahan yang tidak rata ataupun berbukit.
Namun pada dasarnya
penggunaan pembasmi hama dan pembibitan untuk mencari bibit unggul serta lahan
yang tidak biasa dibuka untuk lahan pertanian biasanya akan menimbulkan
permasalahan yang akan menyulitkan bagi pertumbuhan tanaman tersebut.
Pertanian masa depan adalah pertanian
berkelanjutan, berlanjut untuk saat ini, saat yang akan datang, dan selamanya.
Artinya pertanian tetap ada, bermanfaat dan tidak menimbulkan masalah bagi
semuanya. Pertanian ini meliputi komponen fisik, biologis, dan social ekonomi
yang direpresentasikan dengan sistem pertanian yang melaksanakan:
1. Pengurangan input
bahan-bahan kimia di bandingkan pada sistem pertanian tradisional
2. Pengendalian erosi tanah dengan
baik
3. Pengendalian gulma
4. Memiliki efisiensi kegiatan
pertanian (on farm) dan bahan-bahan input maksimum
5. Pemeliharaan kesuburan
tanah dengan menambahkan nutrisi tanaman
6. Penggunaan dasar-dasar
biologi pada pelaksanaan pertanian
7. Dapat berlanjut secara
ekonomis
8. Manusiawi
Pertanian masa depan yang
mempertahankan keberlangsungannya, keberlanjutannya dapat dilakukan dengan
mengadakan pertanian organik, dan atau pertanian agroforestry. Pertanian
organik yaitu pertanian yang ramah lingkungan, dengan hasil yang bersifat ramah
lingkungan dan sehat serta bernilai gizi tinggi. Menghormati seluruh kehidupan
adalah prinsip yang menakjubkan dari pertanian organik. Pertanian agroforetry
adalah pertanian berdasarkan fungsi hutan, yaitu menyerap dan menyimpan air
ketika musim hujan dan mengeluarkan cadangan air dalam tanah tersebut melalui
mata air. Didalamnya dikembangkan kombinasi produksi tanaman budidaya, tanaman
hutan, dan hewan-hewan pada lahan yang sama.
Tuntutan konsumen pun semakin
menjadi tolok ukur keberhasilan pertanian. Karena perubahan tuntutan konsumen
yang terus menerus ini akan mengakibatkan menjamurnya pasar-pasar modern
seperti hypermart, supermarket, dan lainnya yang berkemang pesat dan
mempengaruhi keseimbangan dimana kekuatan produsen/petani bergeser menjadi
perusahaan multinasional.
Maka untuk mempertahankan eksistensi petani dan
pertanian dilakukan cara:
1. Pengembangan SDM
2. Penyempurnaan kelembagaan
petani
3. Peningkatan produktifitas
dan efisiensi
4. Peningkatan nilai tambah
produksi
5. Usaha kemandirian pangan
6. Pengelolaan lingkungan
hidup yang produktif
7. Penyempurnaan sistem
pemasaran produk pertanian
8. Kebijakan makro yang
mendukung pertanian
Dalam usahanya untuk menuju pertanian masa
depan, menjaga agar pertanian tetap berlangsung hingga anak cucu kita nanti,
maka haruslah teliti, memperhatikan setiap kegiatan pertanian. Untuk menyambut
pertanian masa depan, pola pertanian yang dapat diterapkan adalah sebagai
berikut:
1. Pertanian konvensional:
mengandalkan input luar (pupuk, pestisida).
2. Pertanian konservasi:
tuntutan terhadap pangan bebas pestisida & kimia.
3. Pertanian teknologi tinggi
: produk mutu tinggi, dan kandungan zat dapat diatur sesuai kebutuhan.
C.
Tujuan
ü
Meningkatkan
kesejahteraan petani terutama kelompok masyarakat yang mata pencahariannya
berkaitan langsung dengan sumberdaya pertanian.
ü
Memanfaatkan
kekosongan kegiatan pada waktu luang dan menguatkancashflow usaha tani dengan
melakukan diversivikasi horisontal pada usaha tani.
ü
Menerapkan
LEISA (Low
External Inputs for Sustainable Agriculture) dan bio-cycle sehingga
tercapai efisiensi biaya usaha tani yang akan menurunkan harga pokok produksi.
ü
Menerapkan
prinsip 6-R (Rethinking-Reducing-Recovering-Reusing-Recycling-Responding).
ü
Meningkatkan
keunggulan komparatif dan kompetitif produk pertanian baik produk primer maupun
olahan, sehingga memiliki daya saing yang kuat.
ü
Menjaga dan meningkatkan kualitas sumberdaya
petani.
III.
Kesimpulan
ü
LEISA adalah cara menuju pertanian berkelanjutan
dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada.
ü
Sistem pertanian berkelanjutan digunakan agar produksi
para petani tidak merosot dan bisa memenuhi kebutuhan pasar.
ü
Pertanian merupakan sektor penting terhadap ekonomi
nasional.
IV.
Sumber


0 komentar:
Posting Komentar