WWF

by 08.07 0 komentar
i.   Pendahuluan
A.  Pengertian WWF
     World Wide Fund for Nature (WWF) adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian danrestorasi lingkungan, dulunya bernama World Wildlife Fund dan masih menjadi nama resmi di Kanada dan Amerika Serikat. WWF adalah organisasi konservasi independen terbesar di dunia dengan lebih dari 5 juta pendukung di seluruh dunia yang bekerja di lebih dari 100 negara, mendukung sekitar 1.300 proyek konservasi dan lingkungan. WWF adalah sebuah yayasanyang pada tahun 2010 mendapatkan 57% pendanaannya dari pihak perorangan dan warisan, 17% dari sumber-sumber internasional (seperti Bank Dunia, DFID, USAID) dan 11% dari berbagai perusahaan.

ii.       ISI
B.   Pengenalan WWF
       Inspirasi awal untuk menjadikan panda sebagai logo WWF datang
dari lahirnya seekor panda bernama Chi-Chi ke Kebun Binatang London tidak lama sebelum WWF didirikan.Logo WWF pertama kali didesain oleh ahli lingkungan dan seniman, Gerald Watterson, sedangkan finalisasi logo dilakukan oleh Sir Peter Scott seorang ahli ilmu burung (ornithologist),yang juga pelukis, berkebangsaan Inggris.
Read more...
       “Kami menginginkan satwa yang karismatik, terancam punah, dan dicintai oleh banyak orang di dunia.Dengan menggunakan panda sebagai logo, kami juga dapat berhematkarena logo ini hanya memerlukan tinta hitam.” Begitu kata Sir Peter Scott,salah satu pendiri WWF Internasional tentang penggunaan panda sebagai logo WWF.
       Panda raksasa (giant panda) dimaksudkan sebagai simbol dari semua spesies terancam punah dan mewakilkan komitmen WWF untuk melindungi kehidupan alam liar, termasuk satwa liar dan habitatnya serta seluruhekosistem penting di planet Bumi. Logo ini digunakan oleh WWF diseluruh dunia.
       Grup ini memiliki misi "menghalangi dan memutarbalikkan penghancuran lingkungan kita". Saat ini, sebagian besar tugas mereka terfokus pada konservasi tiga biomayang berisikan sebagian besar keragaman hayati dunia, yaitu hutan, ekosistem air tawar, dan samudera dan pantai. Selain itu, WWF juga menangani masalah spesies terancam punah, polusi dan perubahan iklim.

Presiden WWF

ü  1976-1981: John H. Loudon
ü  1981-1996: YM Pangeran Philip
ü  1996-1999: Syed Babar Ali
ü  2000-2000: Ruud Lubbers
ü  2000-2001: Sara Morrison
ü  2001-2009 Emeka Anyaoku  
ü  2009-sekarang : Yolanda Kakabadse

C. Tujuan WWF

ü  melindungi keaneka ragaman genetis, spesies dan ekosistem
ü  menjaga bahwa penggunaan sumber daya alam dapat ditahan untuk jangka waktu yang lama demi keuntungan semua kehidupan di Bumi
ü  mengurangi polusi dan konsumsi yang tidak berguna hingga sekecil-kecilnya.

D. Reduksi dampak lingkungan
Ambang batas ekologis atau kemampuan bumi dalam menyediakan sumberdaya bagi manusia harus dijadikan patokan dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan. Sumber daya bumi seperti keanekaragaman hayati dan jasa lingkungan adalah modal untuk memenuhi ketahanan pangan, air dan energi. 
Tanpa adanya upaya untuk mengurangi konsumsi berlebih dan eksploitasi sumberdaya alam, dengan populasi penduduknya yang besar dan terus meningkat, Indonesia akan menghadapi kelangkaan sumberdaya alam dan degradasi lingkungan.
Dalam upaya mengurangi dampak ekologis yang disebabkan manusia, saat ini WWF Indonesia secara khusus memfokuskan upayanya pada 5 hal prioritas yaitu:
ü  Pertanian (kelapa sawit, cokelat/kakao dan kopi)
ü  Perikanan (penangkapan ikan berlebihan, illegal & unregulated fishing, dan bycatch, dan akuakultur )
ü  Kehutanan (produk kayu, kertas & bubur kertas, dan hasil hutan non kayu)
ü  Iklim dan Energi terbarukan (penggunaan energi terbarukan, dampak dari hilangnya hutan, kebijakan terkait perubahan iklim dan energi terbarukan)
ü  Kota yang berkelanjutan/sustainable cities (kota-kota yang dikembangkan dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan)
Untuk mengurangi dampak ekologis akibat aktivitas manusia, kami mengembangkan dan menerapkan pratik-praktik terbaik dalam mengelola hutan, pertanian dan perikanan secara berkelanjutan, serta mengelola energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon.

iii.       Sumber



.


Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar